Pantaskah surakarta ditambah mall baru ?

Putri Busana

Pertanyaan diatas sangat mengelitik disaat terjadi perdebatan antara gubenur Jawa Tengah, bapak bibit waluyo dengan walikota solo, bapak joko widodo yang lebih dikenal dengan nama joko wi. Sang gubenur pada sebuah surat kabar menerbitkan kalau walikota solo itu bodoh !dan Pantaskan kurakarta ditambah mall baru ?

Kita tidak sedang membicarakan siapa yang bodoh dan siapa yang pintar. Orang menjadi pintar butuh proses yang panjang dan biaya yang tidak sedikit, tapi untuk menjadi bodoh tidak diperlukan kedua proses diatas. karenanya lomba "bodoh" tidak pernah dikompetisikan sedangkan lomba cerdas mulai dari semua disiplin ilmu hampir selalu ada dibelahan bumi ini.

Cerita berawal dari sebuah lahan bekas pabrik es diwilayah surakarta yang diusulkan untuk menjadi sebuah mall oleh pak gubenur, tetapi pak walikota justru beranggapan surakarta belum membutuhkan tambahan pusat perbelanjaan besar (mall) sejalan dengan visi joko wi yang selalu memberdayakan pasar tradisional dengan pedagang kaki limanya. 

Pak gubenur dengan latar belakang militer, biasa bertindak pada garis komando dimana intruksi atasan mesti dilaksanakan oleh bawahan dalam hal ini walikota, sebaliknya joko wi yang telah menyabet penghargaan Bung Hatta award 2010, sebuah apresiasi untuk proses pemberantasan korupsi dilingkungan kerja dengan nilai tertinggi di republik ini sangatlah yakin kalau kekuatan ekonomi rakyat-lah yang mesti ditumbuh kembangkan.

Bahkan ijin mendirikan alfamart dan indomaret pun diwilayah surakarta dikurangi joko wi, sedangkan pedagang kaki lima minta kepada pak walikota untuk diatur tempat berdagang mereka sehingga menjadi tertib.

Pak wali yang dalam proses pilkada kemarin menang telak 90% lebih dari saingannya. Konon pak wali tidak pernah menerima gajinya setiap bulannya sejak beliau mejabat dan masih menggunakan kendaraan dinas dari pejabat sebelumnya walaupun pernah beberapa kali mengalami mogok dijalan.

Pemimpin yang bijak tentunya dicintai rakyatnya, sehingganya saat terjadi perbedaan pendapat kemarin, pak wali saat ditanya wartawan hanya menjawab "saya memang bodoh, dari dulu saya memang bodoh kok". Yang bereaksi keras justru masyarakat solo  dengan mendemo gubenur nya sendiri walaupun mereka berada satu bendera PDI Perjuangan.

Setiap kebijakan tentunya ada sisi baik dan buruknya buat rakyat. Sebagai pemimpin (mudah2an) bisa mengambil mana yang paling banyak menguntungkan buat masyarakat kebanyakan. Semoga saja. Amien ...

4 komentar:

The Great Mbah Dukun said...

wah ane kagak setuju, daya tarik surakarta adalah tradisional. jadi marektnya harus tradisional

Opini Indonesia said...

Satu partai tapi beda idiologi Mbah, gimana nich Mbah ?

Liandri eko said...

wah surakarta kota yang bersih korupsi y. harus dipertahankan

Opini Indonesia said...

@ Liandri eko : diantara banyak kotoran pasti ada yang bersih, problemnya justru kita mau bersih atau mau (ikutan) kotor. Thks 4 visit



Ads

Make money, get traffic for FREE. No limits to surf and earn!
Dapatkan uang dan traffic secara GRATIS tanpa batas

We pay you cash for surfing and for referring new members
Kami bayar Anda dengan uang tunai untuk Surfing dan untuk mereferensikan anggota baru

What makes EasyHits4U unique? Famous program with over 810,000 members
Apa yang membuat unik EasyHits4U? Program terkenal dengan lebih dari 810,000 anggota

Ads by Opini Indonesia

Alexa

Alexa Site Stats

Statistik

Free PageRank Checker

About me


Kumpulan tips, ide, usul, pendapat, saran, beda pendapat dan opini tentang Indonesia. Informasi terkini tentang Indonesia buat para blogger pemula