Kontroversi test keperawanan

opini, indonesia, test, keperawanan
Ini cerita basi dari departemen pendidikan nasioanal. Sejak dari 2007 diwacanakan dan masih akan dilanjutkan test keperawanan bagi siswi sekolah menengah umum. Ingat kejadian 2007 di prabumulih, sumatera selatan yang menerima siswanya mesti menjalani test keperawanan, kontan saja itu ditolak oleh banyak masyarakat disana. Begitu juga gagasan test keperawanan oleh bupati indramayu, jawa barat umumnya ditolak oleh kaum perempuan

Semua berhak berwacan, berkomentar dan memberi solusi. Kalau saat ini generasi muda kita sudah banyak terjebak dalam pergaulan babas, tingkat pernikahan dini yang semakin tinggi, angka ketian ibu muda yang meninggal tambah banyak, merosotnya nilai moral dari waktu kewaktu

Saya rasa ukurannya bukanlah pada test keperawanan untuk menjawab semua problema tersebut. Ibaratkan perahu yang bocor, tentunya kita sesegera mungkin membuang air yang masuk kedalam kabin untuk mempertahankan supaya perahu tidak tenggelam. Namun tindakan selanjutnya adalah segera menambal bagian mana yang bolong pada perahu tersebut

Memeriksa seorang siswi smu bukan hanya akan membuat explorasi sek pada anak yang berdampak lebih merosotnya moral bangsa ini, namun juga melanggar hak azasi kaum perempuan. Kenapa para siswa smu tidak di test keperawanan juga. 

Marilah kita lebih bijak dan jernih dalam berpikir. Terlalu lama kita menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang instan, kita jarang memikirkan penyelesaian masalah dalam waktu yang lama. Pahami dulu akar permasalahannya, ambil tindakan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang tentunya. Jadi lebih jelas dalam penanggulangannya. Bukan hanya dijadikan wacana, ditunda sesaat, terus diwacanakan lagi.

Habis waktu terbuang, usia bertambah dan memakan cost emosi yang tinggi bagi objek pelaksana test keperawan ini

Menurut saya pribadi test ini tidak perlu dilakukan. Persoalan utamanya adalah berikan adik-adik kita yang baru duduk di smu ini semacam kurikulum bagaimana akibat pergaulan dan sebagainya. tentunya ini tugas depdiknas yang merancangnya. Berkoordinasi dengan kementrian lainnya, selanjutnya evaluasi secara berkala, jika ada kurang disana sini tinggal diperbaiki dengan tetap mengacu pada tujuan awal adalah memperbaiki kemerosotan moral bangsa ini. Gitu aja kok repot

Dan yang paling sulit selama ini adalah konsistensi pelaksanaan sebuah proyek masa panjang. Ganti mentri biasanya diikuti pula dengan ganti kebijakan. Apa-apa yangsudah dilaksanakan sebelumnya gugur demi kebijakan baru. Ya itulah negriku ... 

Namun saya tetap yakin kalau manusia yang benar itu masih banyak di bumi republik ini, hanya saja kesempatanlah yang belum ada pada mereka. Jika Allah sudah berkehendak tidak siapapun bisa menghalangi perubahan di Indonesia ini

Silahkan berkomentar, saran atau usul di kontroversi test keperawanan ini. Terima kasih 


Share:

No comments:

Post a Comment

Semua perbedaan pendapat sangat dihargai di Blog Opini Indonesia, pastinya yang terbaik untuk membangun bangsa ini. Salam Blogger Indonesia

Popular Posts

Recent Posts

Theme Support

Support this blogger template ? . Hubungi :
premiumbloggertemplates.com