Skala prioritas pembenahan masalah Jakarta pasca terpilihnya Jokowi - Basuki (ahok)

Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sejak tanggal 15 oktober 2012 ini resmi menyandang predikat DKI 1 dan DKI 2 alias Gubernur dan wakil gubernur. Riuh rendah tepuk tangan dan tim sukses yang menggebu-gebu sekarang diganti dengan kerja keras memenuhi janji kampanye lalu dengan menetapkan skala prioritas pembenahan masalah Jakarta pasca terpilihnya Jokowi dan basuki (ahok) untuk 100 hari pertama


Janji untuk Jakarta baru dengan program Jakarta pintar dan Jakarta sehat, bebas kemacetan, pembenahan kampung kumuh dan banjir yang kerap melanda ibukota ini, hanyalah sebagian beberapa program yang diucapkan saat pilkada lalu. Janji adalah hutang dan mesti dibayar baik dengan tunai ataupun secara mencicil 

Tidak semua permasalahan ibukota jakarta ini bisa disulap dengan segera menjadi baik, tapi proses dan skala prioritasnya yang manarik untuk kita kawal dari waktu kewaktu dengan segala tantangan yang terbentuk karena pembiaran yang sudah terjadi dan berlangsung terus menerus selama ini. Berikut beberapa permasalahan utama ibukota Republik Indonesia ini

  • Dengan 10 juta jiwa warga Jakarta setidaknya warga miskinnya yang harus mendapat pengobatan dan perawatan kesehatan melalui program Jakarta sehat sekurang-kurangnya hampir 400.000 jiwa (sekitar 3,96%) 
  • Persoalan kemacetan dan mungkin yang skala prioritas saat ini lebih ruwet lagi di Ibu kota Republik ini. Kecepatan rata-rata kendaraan di jalan raya hanya 20 kilometer per jam. Rasio kendaraan pribadi dan transportasi publik sangat timpang, 98% berbanding 2%. Perbandingan pertumbuhan kendaraan bermotor dan perkembangan jalan juga sangat timpang, yaitu 9,5% berbanding 0,01%. 
  • Angka siswa berprestasi mulai dari SD hingga SMA yang harus mendapat pendidikan gratis lewat program Jakarta pintar mencapai lebih dari 1 juta Jiwa. 
  • Jumlah rumah kumuh yang harus ditata menurut data BPS 2007 mencapai 181.256 unit. 
  • Momok lainnya ialah banjir. Saat ini terdapat 17 titik genangan air dengan luas mencapai 481 hektare atau 40% wilayah DKI rawan banjir, wow... 
  • Tantangan internal datang dari pendukung, merecoki dan merengek minta posisi atau proyek sebagai balasa jasa dukungan. No free lunch, ini jakarta man tidak ada yang gratis disini, kencing saja bayar apalagi makan siang, tiada dukungan yang menerima imbalan. 
  • Tantangan dari mitra kerja DPRD DKI. Untuk melaksanakan semua program, Jokowi-ahok tentu harus mendapat restu dan dukungan penuh DPRD. Gabungan parpol pendukung Jokowi-Basuki, PDI Perjuangan dan Gerindra, hanyalah minoritas di DPRD hanya 18% yaitu 17 dari total 94 kursi yang ada.

Suara rakyat adalah suara Tuhan, rakyat memilih jokowi-ahok karena menganggap mereka mampu menyelesaikan problem Ibukota ini 5 tahun kedepan. Rakyat ingin skala prioritas pembenahan masalah DKI Jakarta oleh gubernur Jokowi dan wagub Basuki bisa menciptakan yang Jakarta (yang betul-betul) baru.
Share:

1 comment:

  1. @Pengobatan Tradisional Darah Tinggi : Tetap dan selalu mendoakan yang terbaik buat bangsa ini

    ReplyDelete

Semua perbedaan pendapat sangat dihargai di Blog Opini Indonesia, pastinya yang terbaik untuk membangun bangsa ini. Salam Blogger Indonesia

Popular Posts

Recent Posts

Theme Support

Support this blogger template ? . Hubungi :
premiumbloggertemplates.com